SMP NEGERI 14 SURAKARTA
SKRIPSI
Oleh :
VERY CANDRA AGUS LOLITASARI
X 4306018
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
ABSTRACT
Very candra agus lolitasari. THE APPLICATION OF LEARNING COOPERATIFE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) MODEL TO IMPROVE THE LEARNING INTEREST IN BIOLOGY OF THE STUDENTS IN GRADE EIGHT B OF STATE JUNIOR SECONDARY SCHOOL 14 OF SURAKARTA, Skripsi, Surakarta: The Faculty of Teacher Training and Education, Sebelas Maret University Surakarta, February 2011.
The objective of the research is to improve the learning interest on biology subject matter through the application of Student Teams Achievement Division (STAD) on VIII B students of SMP Negeri 14 Surakarta.
This research used a classroom action research approach consisting of two cycles. Each cycle consists of four steps: they were planning, action, observation, and reflection. The data of research were gathered through observation, questionnaire, interview methods, and content analysis. The data were validated by using a data source triangulation. The data analyzed by using a descriptive qualitative model of analysis.
The result of the research shows that the application of the Student Teams Achievement Division (STAD) of the students in Grade eight B of state Junior Secondary School 14 of Surakarta. The average percentage of interest based on observation of the learning interest on biology subject matter are 39,58% before cycle, 62,49% in cycle I, 83,33% in cycle II. The result of average percentage the questionnaire of the learning interest on biology subject matter are 59,19 before cycle, 71,69% in cycle I, 78,89% in cycle II.
Keywords: STAD (Student Teams Achievement Division), interest of Study in Biology.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu usaha memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan keahlian pada diri seseorang untuk mengembangkan kemampuan sehingga akan dihasilkan seseorang yang memiliki kemampuan, pengetahuan dan keterampilan yang berkualitas. Pendidikan ini tidak pernah lepas dengan kegiatan belajar, baik belajar secara formal maupun non formal. Kegiatan belajar siswa secara formal dilakukan di dalam sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan formal untuk menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Peningkatan mutu pendidikan formal disekolah, tidak terlepas dari keberhasilan proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar tersebut dipengaruhi oleh beberapa komponen utama yang saling berkaitan, diantaranya guru, siswa, dan metode. Komponen-komponen tersebut memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar, sehingga akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Selain itu prestasi belajar siswa juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain, misalnya motivasi belajar, tingkat intelegensi siswa, fasilitas belajar yang tersedia atau sarana dan prasarana, kurikulum, media pembelajaran, dan sebagainya. Sebagai seorang pendidik, guru dituntut untuk memiliki kemampuan memilih dan menggunakan metode mengajar yang tepat serta sesuai dengan pokok bahasan tertentu dan tingkat perkembangan intelektual siswanya. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif, yaitu model pembelajaran kelompok atau diskusi yang menghendaki adanya kerjasama diantara anggota kelompok dalam mempelajari materi yang diberikan oleh guru. Dalam kelas kooperatif, siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dalam mempelajari materi yang sedang dipelajari. Pembagian kelompok tersebut dibuat heterogen, baik dalam hal prestasi belajar maupun jenis kelamin. Hal ini dapat memotivasi siswa untuk berinteraksi, berdiskusi, berargumentasi, dan saling membantu satu sama lain (Trianto, 2007:43-44).
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di SMP N 14 Surakarta khususnya pada proses pembelajaran Biologi di kelas VIII B diketahui bahwa proses pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered), sehingga menyebabkan pembelajaran hanya terjadi satu arah. Pembelajaran masih didominasi metode ceramah, dimana guru hanya berbicara terus menerus di depan kelas. Guru hanya menggunakan buku pegangan atau buku paket. Pada proses pembelajaran berlangsung terlihat minat belajar siswa itu rendah diantaranya; belum adanya kesadaran (terlihat siswa asyik bermain coret-coret buku paket dengan temannya) sebanyak 52,77%, belum adanya perhatian (siswa tidak memperhatikan saat guru menjelaskan materi) sebanyak 55,55%, belum adanya keinginan (sebagian siswa malas terlihat melamun sambil menggigit bolpoin) sebanyak 50%, belum adanya ketertarikan (siswa bosan terlihat mengobrol atau berbisik-bisik dengan teman sebangku) sebanyak 50%. Disimpulkan bahwa permasalahan minat belajar siswa kelas VIII B SMP N 14 Surakarta sebesar 52,08%, dan siswa yang berminat terhadap proses pembelajaran biologi sebanyak 47,92%.
Untuk meningkatkan minat belajar siswa digunakan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions). STAD merupakan model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada adanya aktifitas dan interaksi diantara siswa untuk saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Jadi, kegiatan belajar mengajar berpusat pada siswa (student oriented). Antara anggota kelompok dapat saling membantu untuk dapat memecahkan permasalahan secara bersama-sama dengan perantara diskusi. Setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab sendiri dalam penguasaan materi diskusi. Jadi, setiap individu yang telah menguasai materi diskusi memiliki keharusan untuk menjelaskan terhadap anggota kelompok yang lain sampai benar-benar mengerti. Setiap individu akan tertarik untuk mendapatkan nilai semaksimal mungkin untuk kemajuan nilai kelompok dan juga memiliki keinginan untuk meningkatkan pencapaian nilainya dibandingkan nilai sebelumnya. Selain itu siswa juga akan lebih tertarik dengan adanya pemberian penghargaan kelompok untuk kelompok yang berhasil dengan kriteria yang telah ditetapkan. Dari sini
dapat di lihat bahwa siswa dituntut untuk saling melengkapi antar anggota yang satu dengan anggota yang lain dalam satu kelompok. Secara otomatis siswa menjadi tertarik, antusias terhadap diskusi yang dilakukan. Pertama dalam proses pembelajaran adalah minat siswa terlebih dahulu, apabila minat siswa terhadap pelajaran tersebut sudah tumbuh maka dengan sendirinya siswa akan termotivasi untuk belajar maupun memperhatikan guru dalam mengajar. Tetapi sebaliknya, apabila dalam diri siswa belum tumbuh minat belajar maka untuk mencapai itu semua akan sulit, karena siswa sudah tidak menyukai pelajaran tersebut.
Atas dasar uraian tersebut diatas, telah dilakukan penelitian dengan judul “PENERAPAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 14 SURAKARTA “
A. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan yaitu Apakah minat belajar siswa dalam pembelajaran biologi dapat ditingkatkan dengan penerapan pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams-Achievement Divisions) pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011?
B. Tujuan Penelitian
Sejalan dengan perumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran biologi dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams-Achievement Divisions) pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011.
C. Manfaat Penelitian
Penelitian ini mempunyai manfaat sebagai berikut :
1. Bagi siswa
a Meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran biologi.
b Memberi suasana baru dalam pembelajaran sehingga siswa lebih antusias dalam belajar.
2. Bagi Guru
a. Memberikan sumbangan pemikiran bagi guru dalam penggunaan metode STAD untuk meningkatkan minat belajar siswa.
b. Memberikan masukan pada guru agar lebih memperhatikan masalah-masalah yang terkait dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
3. Bagi SMP Negeri 14 Surakarta
a Dapat menyusun program baru dalam peningkatan proses pembelajaran biologi dengan menggunakan metode STAD.
Hasil penelitian yang dipaparkan akan memberikan sumbangan yang baik pada sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran biologi
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
A. SIMPULAN
Dari hasil penerapan model pembelajaran kooperatif STAD pada proses pembelajaran siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII B SMPN 14 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011 terhadap materi Biologi.
B. IMPLIKASI
1. Implikasi Teoritis
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar referensi penelitian lanjut di SMP Negeri 14 Surakarta
2. Implikasi Praktis
Hasil penelitian ini secara praktis dapat diterapkan pada kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 14 Surakarta, yakni bahwa minat siswa terhadap materi yang disampaikan guru dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode kooperatif STAD.
C. SARAN
1. Kepada Kepala Sekolah
Hendaknya Kepala Sekolah memperhatikan sarana prasarana laboratorium dengan cara menambah peralatan praktikum dan memperbaiki fasilitas yang kurang memadai sehingga pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan STAD disertai praktikum dengan diskusi berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan.
2. Kepada Guru
Hendaknya guru dapat bersikap adil terhadap seluruh siswa, tidak membeda-bedakan antara siswa yang memiliki kemampuan lebih dan siswa yang memiliki kemampuan rendah.
3. Kepada Siswa
a. Bagi siswa yang memiliki tingkat minat belajar rendah sebaiknya berkonsultasi dengan guru mengenai masalah yang menyebabkan siswa kurang berminat terhadap materi yang disampaikan guru.
b. Bagi siswa yang mempunyai kemampuan lebih dari siswa lain sebaiknya selalu mengkomunikasikan atau menularkan pengetahuan dan pemahaman yang dimilikinya kepada siswa lain.
c. Bagi anggota kelompok yang merasa kurang paham terhadap materi, sebaiknya tidak malu untuk bertanya kepada teman dan kelompok belajarnya yang memiliki kemampuan lebih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar