PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR BIOLOGI DITINJAU
DARI ASPEK AKTIVITAS LANGSUNG, MENCATAT DAN
MENTAL SISWA KELAS VIII-A SMP NEGERI 14
SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011
Skripsi
Oleh:
RITA JIWA SETYANI
X 4306016
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
ABSTRAK
Rita Jiwa Setyani. PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI ASPEK AKTIVITAS LANGSUNG, MENCATAT DAN MENTAL SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 14 SURAKARTA. Skripsi , Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, februari 2011.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar biologi dengan penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian dilaksanakan dua siklus. Tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, analisis, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011. Sumber data berasal dari informasi guru dan siswa, tempat dan peristiwa berlangsungnya kegiatan pembelajaran, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dengan angket, observasi, dan wawancara. Validitas data menggunakan teknik triangulasi metode. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Prosedur penelitian adalah model spiral yang saling berkaitan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan keaktifan belajar biologi siswa di kelas VIIIA SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011. Peningkatan keaktifan belajar siswa dapat dilihat melalui angket dan lembar observasi. Persentase rata-rata berdasarkan lembar observasi keaktifan belajar siswa pra siklus sebesar 54,36%, siklus 1 sebesar 67,06% dan siklus 2 sebesar 79,36%. Hasil perhitungan angket pra siklus menunjukkan keaktifan belajar siswa sebesar 68,91%, siklus 1 sebesar 73,49%, dan siklus 2 sebesar 81,05%.
Kata kunci: Jigsaw, keaktifan.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran biologi mencakup proses mengajar dan proses belajar. Proses mengajar dilaksanakan oleh guru sebagai pendidik dan proses belajar dilaksanakan oleh siswa sebagai peserta didik. Biologi cenderung dipandang sebagai mata pelajaran yang kurang disukai oleh sebagian siswa, karena pelajaran biologi lebih banyak menghafal sehingga butuh ketekunan dan kemampuan menghafal yang cukup tinggi. Guru harus memiliki kreativitas yang tinggi dalam mengajar untuk menciptakan kondisi yang menyenangkan dan tidak monoton sehingga siswa merasa senang dan menyukai pelajaran biologi, siswa dapat lebih aktif bertanya dan mengemukakan gagasannya(Syaodih, 2004: 3). Peran aktif siswa sangat penting untuk membentuk generasi kreatif yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain, interaksi antara guru dan siswa dapat berjalan dengan baik,siswa dapat mengemukakan gagasannya. Guru diharuskan menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Keaktifan siswa dapat meningkat maka hasil belajar siswa juga meningkat.
SMP Negeri 14 Surakarta merupakan sekolah yang mempunyai input siswa dengan kemampuan belajar yang berbeda-beda, mulai dari siswa yang memiliki kemampuan belajar rendah, sedang dan tinggi. Perbedaan kemampuan belajar tersebut membuat siswa dalam menyikapi kegiatan belajar dikelas sangat beragam, yaitu ada siswa yang sangat antusias dengan pelajaran sehingga siswa terlihat aktif dalam kegiatan pembelajaran tetapi sebagian besar siswa masih terlihat sangat pasif dalam pembelajaran.
Berdasar hasil observasi pada kegiatan belajar mengajar biologi di SMP Negeri 14 Surakarta kelas VIIIA dengan jumlah 36 siswa diperoleh hasil bahwa kegiatan pembelajaran berlangsung monoton, siswa mengantuk, siswa bersikap pasif, banyak siswa yang ngobrol dan bercanda dengan teman lain, tidak ada interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa artinya siswa hanya duduk dan mendengarkan guru menjelaskan materi, saat guru memberi pertanyaan siswa
tidak mau menjawab jika tidak ditunjuk oleh guru. Siswa banyak yang tidak mencatat dan tidak mengerjakan soal yang diberi guru. Siswa hanya diam dan tidak mau bertanya pada guru bila ada materi yang belum dipahami, sebagian besar siswa tidak membawa buku panduan, banyak yang tidak mengumpulkan tugas. Keadaan tersebut karena dalam kegiatan pembelajaran guru menggunakan metode yang kurang bervariasi sehingga siswa merasa bosan dengan kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi tersebut masalah yg mendesak dan memungkinkan untuk diselesaikan adalah masalah keaktifan. Keaktifan itu beranekaragam bentuknya yaitu aktif secara jasmani dan rohani meliputi keaktifan indera, keaktifan akal, keaktifan ingatan dan keaktifan emosi(Sriyono 1992: 75). Keaktifan belajar siswa yang kurang pada kelas antara lain adalah aspek aktivitas langsung, mencatat dan mental. Keaktifan sangat penting untuk diselesaikan karena dalam proses pembelajaran keaktifan dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimiliki siswa, berfikir kritis dan dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Dampak dari keaktifan siswa yang rendah tersebut maka hasil belajar siswa juga sangat rendah. Hal ini bisa dilihat dari nilai hasil ulangan siswa yang rendah. Berdasar hasil wawancara dengan guru biologi didapatkan hasil bahwa sebagian besar siswa memiliki nilai ulangan dibawah 60.
Mendukung hasil observasi awal, maka dilakukan observasi lanjutan menggunakan indikator keaktifan. Hasil observasi lanjutan sebagai berikut, mengajukan pertanyaan kepada guru adalah 15 siswa (41,67%), bertanya kepada teman adalah 21 siswa (58,33%), berperan serta dalam diskusi kelompok 16 siswa(44,44%), mengeluarkan pendapat pada saat presentasi 14 siswa(38,89%), mencatat materi pelajaran 26 siswa(72,22%), siswa mengerjakan soal yang diberi guru adalah 20 siswa(55,56%), mempelajari buku catatan dan buku panduan di kelas adalah 25 siswa(69,44%).
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara penyebab rendahnya keaktifan belajar siswa adalah cara mengajar yang digunakan guru dalam pembelajaran kurang bervariasi dan siswa bertindak sebagai obyek dalam pembelajaran. Hasil
wawancara guru mengajar dengan ceramah disertai tanya jawab, sehingga kegiatan belajar mengajar terkesan sangat monoton dan membosankan. Siswa banyak yang tidak mencatat, enggan untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami, malas mengemukakan pendapat, tidak mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh, sebagian besar siswa bahkan tidak membawa buku panduan. Metode ceramah umum digunakan guru karena beberapa alasan, yaitu memberikan pengarahan diawal pembelajaran, mengejar mater dan keterbatasan staf pengajar.
Tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah keaktifan siswa yang rendah maka dalam kegiatan belajar mengajar dibutuhkan suatu strategi pembelajaran kooperatif yang membuat siswa bisa bekerjasama dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penerapan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Keaktifan siswa yang dimaksud adalah sejauh mana siswa aktif pada saat pelajaran berlangsung yaitu siswa mencatat, membawa buku panduan belajar, bertanya apabila ada materi yang belum dipahami, mengerjakan soal, mengeluarkan pendapat dan aktif dalam kegiatan diskusi.
Jenis pembelajaran kooperatif yang bisa digunakan guru untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa adalah Jigsaw pada materi sistem rangka manusia. Alasan pemilihan pembelajaran kooperatif Jigsaw karena melalui teknik ini siswa dilibatkan secara aktif dalam situasi yang menyenangkan. Pembelajaran kooperatif Jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang dapat mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Metode ini menyangkut kerjasama dan saling ketergantungan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Masing-masing anggota kelompok dalam metode Jigsaw mempelajari materi yang berbeda dan setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk mempelajari bagiannya masing-masing. Keaktifan siswa yang rendah dapat teratasi melalui belajar menjelaskan kepada teman, diskusi dan presentasi.
Penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Pembelajaran kooperatif melibatkan peran serta siswa dalam
pembelajaran, siswa dilibatkan dalam sebuah kelompok kecil dan masing-masing siswa diberi sebuah tanggung jawab dalam kelompok. Siswa saling bekerja sama untuk mendiskusikan materi yang menjadi tanggung jawab masing-masing siswa sehingga terbentuk interaksi antara siswa satu dengan siswa yang lain. Melalui pembelajaran kooperatif Jigsaw siswa menjadi lebih aktif dalam kelompok, berani bertanya dan bebas menyampaikan pendapat, rajin mencatat dan mengerjakan soal dari guru. Berdasar latar belakang masalah di atas, maka telah dilakukan penelitian dengan judul PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI ASPEK AKTIFITAS LANGSUNG, MENCATAT DAN MENTAL SISWA KELAS VIII-A SMP NEGERI 14 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2010/2011.
B.Perumusan Masalah
Bagaimana pembelajaran biologi dengan penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan keaktifan belajar biologi ditinjau dari aspek aktifitas langsung, mencatat dan mental siswa kelas VIII A SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011 ?
C.Tujuan Penelitian
Mengetahui peningkatan keaktifan belajar biologi ditinjau dari aspek aktifitas langsung, mencatat dan mental siswa dengan penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011.
D.Manfaat Penelitian
Berdasarkan penelitian ini maka diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi siswa
a. Meningkatkan keaktifan belajar siswa pada aspek aktifitas langsung, mencatat dan mental terhadap pembelajaran biologi.
b. Menciptakan suasana yang menyenangkan dan tidak monoton dalam kegiatan belajar biologi sehingga siswa merasa senang dan dapat lebih aktif dalam belajar biologi.
2. Bagi guru
a. Menyajikan sebuah pilihan untuk mengatasi masalah pembelajaran yang membutuhkan penyelesaian melalui penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw.
b. Memperkaya khasanah pengetahuan guru mengenai alternatif strategi pembelajaran yang dapat digunakan.
3. Bagi sekolah
a. Memberikan sumbangan bagi sekolah agar dapat melakukan perbaikan proses pembelajaran.
b. Menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program peningkatan proses pembelajaran pada tahap berikutnya.
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan keaktifan belajar biologi siswa kelas VIIIA SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011.
B. Implikasi
1. Implikasi Teoritis
Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk:
a. Sumber acuan bagi peneliti lain yang akan mengadakan penelitian sejenis lebih lanjut.
b. Sumbangan pemikiran bagi guru untuk mengembangkan variasi strategi pembelajaran dalam mengajar biologi.
c. Menambah wawasan guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, khususnya mata pelajaran biologi.
2. Implikasi Praktis
Hasil penelitian ini secara praktis dapat diterapkan pada pembelajaran Biologi di SMP Negeri 14 Surakarta, yaitu keaktifan belajar biologi siswa dalam pembelajaran dapat ditingkatkan dengan penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw
C. Saran
1. Bagi Guru
a. Pelaksanaan penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw memerlukan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran, oleh sebab itu hendaknya guru memantau siswa selama kegiatan belajar berlangsung agar kegiatan pembelajaran berjalan dengan efektif.
b. Guru diharapkan menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi dan dapat mengikutsertakan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran agar keaktifan belajar siswa meningkat.
c. Guru hendaknya lebih inovatif lagi pada saat memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa, misalnya dengan menggunakan model atau alat bantu dalam proses belajar mengajar. Sehingga diharapkan siswa akan lebih tertarik untuk memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru.
2. Bagi Siswa
a. Siswa hendaknya mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti proses pembelajaran misalnya lebih aktif mencari informasi materi dari sumber-sumber internet supaya dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.
b. Siswa hendaknya lebih aktif dalam kegiatan diskusi maupun pada saat presentasi.
c. Siswa hendaknya lebih aktif mencari informasi materi dari sumber-sumber lain selain buku paket sehingga akan menambah wawasan siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
3. Bagi Peneliti Lain
Perlu diadakan penelitian sejenis dengan cakupan materi lain yang lebih luas sehingga dapat diketahui sejauh mana efektifitas penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa.